Senin, 23 Mei 2011

Fibroadenoma Mammae

          sedikit berbagi cerita tentang Fibroadenoma Mammae (FAM), yang pernah saya alami sendiri pada tahun 2010 yang saat itu saya berusia 18 tahun. ibu saya sering sekali mengatakan untuk selalu memeriksa payudara sendiri karena banyaknya kasus kanker payudara yang sedang terjadi. pada suatu ketika saya merasakan adanya sebuah benjolan di payudara bagian kiri, batas-batas benjolan itu terasa dan brgeser-geser, tapi saya beranggapan bahwa benjolan itu pasti ada pada setiap perempuan, kurang lebih 6 bulan kemudian saya merasa benjolan itu semakin besar, kira-kira sebesar kelereng namun tidak tampak terlihat dipermukaan kulit karna letaknya di jaringan lemak, saat itu saya mulai khawatir dan tidak berani mengatakan pada orang tua saya, saya takut itu adalah kanker seperti yang selalu di ceritakan oleh ibu saya. saat saya semakin panik akhirnya saya berkata jujur kepada ibu saya, tanpa buang waktu saat itu juga ibu saya memeriksakan saya ke klinik di Depok, dokter bilang benjolan itu adalah FAM, saya tidak tahu apa itu FAM, dokter itu hanya bilang bahwa FAM adalah semacam tumor jinak, akhirnya saya mendapat rujukan ke RSUD Depok, karna rasa cemas saya tidak mau banyak membuang waktu, beruntungnya badan saya dalam keadaan sehat dan tidak ada suatu kekurangan apapun sehingga seminggu kemudian dokter bisa langsung mengangkat benjolan itu melalui oprasi/pembedahan. tidak cukup sampai di sini, benjolan itu harus di periksa lagi di laboratorium patologi di RS.Fatmawati Jakarta untuk memastikan bahwa benjolan itu benar-benar jinak (tidak ganas) karna ada sedikit akar pada benjolan tersebut. alhamdulillah hasil lab menyatakan itu adalah FAM jinak dan saya sekarang merasa sedikit lega.
         namun sejak saat itu bahkan sampai saat ini saya terus mencari informasi tentang FAM ini , yukk kita pelajari bersama....
  






PENGERTIAN
1. Fibroadenoma adalah suatu tumor jinak yang merupakan pertumbuhan yang meliputi kelenjar dan stroma jaringan ikat.
2. Fibroadenoma mammae adalah tumor jinak pada payudara yang bersimpai jelas, berbatas jelas, soliter, berbentuk benjolan yang dapat digerakkan.
PENYEBAB GANGGUAN
1. Peningkatan aktivitas Estrogen yang absolut atau relatif.
2. Genetik : payudara
3. Faktor-faktor predisposisi :
a. Usia : < 30 tahun
b. Jenis kelamin
c. Geografi
d. Pekerjaan
e. Hereditas
f. Diet
g. Stress
h. Lesi prekanker
TANDA & GEJALA
1. Secara makroskopik : tumor bersimpai, berwarna putih keabu-abuan, pada penampang tampak jaringan ikat berwarna putih, kenyal
2. Ada bagian yang menonjol ke permukaan
3. Ada penekanan pada jaringan sekitar
4. Ada batas yang tegas
5. Bila diameter mencapai 10 – 15 cm muncul Fibroadenoma raksasa ( Giant Fibroadenoma )
6. Memiliki kapsul dan soliter
7. Benjolan dapat digerakkan
8. Pertumbuhannya lambat
9. Mudah diangkat dengan lokal surgery
10. Bila segera ditangani tidak menyebabkan kematian
PATOFISIOLOGI
Fibroadenoma merupakan tumor jinak payudara yang sering ditemukan pada masa reproduksi yang disebabkan oleh beberapa kemungkinan yaitu akibat sensitivitas jaringan setempat yang berlebihan terhadap estrogen sehingga kelainan ini sering digolongkan dalam mamary displasia.
Fibroadenoma biasanya ditemukan pada kuadran luar atas, merupakan lobus yang berbatas jelas, mudah digerakkan dari jaringan di sekitarnya. Pada gambaran histologis menunjukkan stroma dengan proliferasi fibroblast yang mengelilingi kelenjar dan rongga kistik yang dilapisi epitel dengan bentuk dan ukuran yang berbeda. Pembagian fibroadenoma berdasarkan histologik yaitu :
1. Fibroadenoma Pericanaliculare
Yakni kelenjar berbentuk bulat dan lonjong dilapisi epitel selapis atau beberapa lapis.
2. Fibroadenoma intracanaliculare
Yakni jaringan ikat mengalami proliferasi lebih banyak sehingga kelenjar berbentuk panjang-panjang (tidak teratur) dengan lumen yang sempit atau menghilang.
Pada saat menjelang haid dan kehamilan tampak pembesaran sedikit dan pada saat menopause terjadi regresi.
PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
1. Biopsi
2. Pembedahan
3. Hormonal
4. PET ( Positron Emision Tomografi )
5. Mammografi
6. Angiografi
7. MRI
8. CT – Scan
9. Foto Rontqen ( x – ray )
10. Blood Study


PENCEGAHAN DAN DETEKSI DINI
1. Faktor-faktor resiko
2. Pemerikasaan payudara sendiri
3. Pemeriksaan klinik
4. Mammografi
5. Melaporkan tanda dan gejala pada sumber/ahli untuk mendapat perawatan.



Fibroadenoma mammae adalah tumor jinak yang sering terjadi di payudara. Benjolan tersebut berasal dari jaringan fibrosa (mesenkim) dan jaringan glanduler (epitel) yang berada di payudara, sehingga tumor ini disebut sebagai tumor campur (mix tumor), tumor tersebut dapat berbentuk bulat atau oval, bertekstur kenyal atau padat, dan biasanya nyeri. Fibroadenoma ini dapat kita gerakkan dengan mudah karena pada tumor jinak ini terbentuk kapsul dan kenyal sehingga dapat mobil, sehingga sering disebut sebagai ”breast mouse”. sedangkan kanker ganas tidak mobil dan keras karena berakar. 
Etiologi dan Epidemiologi
Penelitian saat ini belum dapat mengungkap secara pasti apa penyebab sesungguhnya dari fibroadenoma mammae, namun diketahui bahwa pengaruh hormonal sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dari fibroadenoma mammae, hal ini diketahui karena ukuran fibroadenoma dapat berubah pada siklus menstruasi atau pada saat kehamilan. Perlu diingat bahwa tumor ini adalah tumor jinak, dan fibroadenoma ini sangat jarang atau bahkan sama sekali tidak dapat menjadi kanker atau tumor ganas.
Fibroadenoma mammae biasanya terjadi pada wanita usia muda, yaitu pada usia sekitar remaja atau sekitar 20 tahun. Berdasarkan laporan dari NSW Breats Cancer Institute, fibroadenoma umumnya terjadi pada wanita dengan usia 21-25 tahun, kurang dari 5% terjadi pada usia di atas 50, sedangkan prevalensinya lebih dari 9% populasi wanita terkena fibroadenoma. Sedangkan laporan dari Western Breast Services Alliance, fibroadenoma terjadi pada wanita dengan umur antara 15 dan 25 tahun, dan lebih dari satu dari enam (15%) wanita mengalami fibroadenoma dalam hidupnya. Namun, kejadian fibroadenoma dapat terjadi pula wanita dengan usia yang lebih tua atau bahkan setelah menopause, tentunya dengan jumlah kejadian yang lebih kecil dibanding pada usia muda.
Diagnosis
Fibroadenoma dapat didiagnosis dengan tiga cara, yaitu dengan
pemeriksaan fisik (phisycal examination), dengan mammography atau ultrasound, dengan Fine Needle Aspiration Cytology (FNAC). Pada pemeriksaan
fisik dokter akan memeriksa benjolan yang ada dengan palpasi pada daerah tersebut, dari palpasi itu dapat diketahui apakah mobil atau tidak, kenyal atau
keras,dll. Mammography digunakan untuk membantu diagnosis, mammography sangat berguna untuk mendiagnosis wanita dengan usia tua sekitar 60 atau 70 tahun, sedangkan pada wanita usia muda tidak digunakan mammography,sebagai gantinya digunakan ultrasound, hal ini karena fibroadenoma pada wanita muda tebal, sehingga tidak terlihat dengan baik bila menggunakan mammography.
Pada FNAC kita akan mengambil sel dari fibroadenoma dengan menggunakan penghisap berupa sebuah jarum yang dimasukkan pada suntikan.
Dari alat tersebut kita dapat memperoleh sel yang terdapat pada fibroadenoma, lalu hasil pengambilan tersebut dikirim ke laboratorium patologi untuk diperiksa di bawah mikroskop. Dibawah mikroskop tumpor tersebut tampak seperti berikut :
a. Tampak jaringan tumor yang berasal dari mesenkim (jaringan ikat fibrosa) dan berasal dari epitel (epitel kelenjar) yang berbentuk lobus-lobus;
b. Lobuli terdiri atas jaringan ikat kolagen dan saluran kelenjar yang berbentuk bular (perikanalikuler) atau bercabang (intrakanalikuler); c. Saluran tersebut dibatasi sel-sel yang berbentuk kuboid atau kolumnar pendek uniform
Terapi (treatment)Terapi untuk fibroadenoma tergantuk dari beberapa hal sebagai berikut:
1. Ukuran
2. Terdapat rasa nyeri atau tidak
3. Usia pasien
4. Hasil biopsy

Terapi dari fibroadenoma mammae dapat dilakukan dengan operasi pengangkatan tumor tersebut, biasanya dilakukan general anaesthetic pada operasi ini. Operasi ini tidak akan merubah bentuk dari payudara, tetapi hanya akan meninggalkan luka atau jaringan parut yang nanti akan diganti oleh jaringan normal secara perlahan.


pesan saya untuk para perempuan di seluruh dunia :
"periksa payudara sendiri setiap saat , jika ada sesuatu yang aneh atau tidak biasa segera periksa ke dokter agar bisa di atasi dengan cepat , karena jika di biarkan begitu saja , fibroadenoma mammae ini bisa menyebabkan kematian."


^SALAM SEHAT SELALU.^


(thanks to ALLAH, my familly and my love)

2 komentar:

  1. nambahin alat diagnostik kanker yg paling fundamental dan lbih ramah radiasi drpada diagnostik konvensional yaitu ECVT (electrical capacitance volume tomography)hehehe,sdng dikembangkan oleh habib syeh alzufri dan team edwar. :D
    promosiii yee!!!

    BalasHapus
  2. hahahahahaha
    d.share dong a alat.a d.blog yar lebih jelas ....
    soal.a km promo kea gmna jg aku ga ngerti ...
    :p

    BalasHapus